Headlight

image

Headlights alias headlamp alias lampu depan merupakan fitur yang standar dan sudah wajib diberikan pabrikan pada kendaraan yang dijualnya ke pasaran. Bahkan saat ini untuk kendaraan roda dua rata rata sudah tersemat fitur AHO (lampu depan yang otomatis hidup tanpa saklar). Entah siapa yang membuat aturan ini ane juga sebenernya bingung. Lampu utama dihidupkan siang hari dengan cuaca Indonesia yang tropis, cendrung terang dan jarak pandang baik. Anehnya di negara negara yang punya musim salju yang punya kecendrungan jarak pandang kurang baik pun bukan AHO yang diterapkan tapi lampu lain yang berfungsi sebagai penanda saat berkendara. Biasanya dibuat dari LED yang ramah energi. Coba kira kira siapa yang bego??? Costdown perusahaan atau pemerintah yang bikin aturannya yang gemblung??? Hehehehe….
Okay…. Balik lagi ke judul nih. Headlight atau headlamp biasanya jadi inceran para modifikator untuk mempercantik tunggangannya. Penggunaan lampu yang lebih terang mulai dari watt yang lebih besar, Halogen, HID, Xenon, mengganti reflektor demi mendapatkan penerangan maksimal saat berkendara. Katanya sih demi keselamatan alias safety. Tapi bagaimana dengan pengguna jalan lainnya? Nah ini yang terkadang sering salah kaprah dengan pepatah “motor aing kumaha aing” (motor ane gimana ane) yang dimana modifikator hanya mementingkan tampilan motornya saja. Tapi tidak memikirkan efek yang ditimbulkan baik buat motornya sendiri bahkan buat pengendara motor lainnya.
Kita bahas dari efek buat pengendara lain nih. Efek jelas adalah silau (silau meeeennnn….). Jelas, bukan hanya berada berlawanan arah loh… Tapi juga saat berjalan searah dengan pengguna lampu super terang tersebut. Bayangkan saat keadaan hujan, saat berkendara dibutuhkan konsentrasi tingkat tinggi tiba tiba ada rider atau driver lain datang dari arah berlawanan dengan lampu yang sangat terang. Sudah bisa dipastikan pandangan langsung tidak maksimal. Sesaat setelah lewat pun efek masih terasa, biasanya blank sejenak. Hitam legam ga bisa konsen melihat pada jalan. Ga cuma itu, hal yang sama juga ane rasakan bila diikuti oleh kendaraan dengan lampu super terang. Cahaya memantul melalui spion langsung tertuju pada mata. Sakit sakit dah mata mantengin jalan berlomba melawan cahaya dari spion. Kalo udah begini biasanya ane langsung turunin turunin gas bias tu kendaraan maju duluan, atau kalo gamau nyusul juga terpaksa spion diturunin dengan pantulan ke arah berbeda, memang jadinya ga safety. Tapi lebih ga safety lagi kalo kita ga liat kondisi jalan di depan.
Poin kedua efek langsungnya adalah ke motor modifikasinya tersebut. Dari info beberapa temen yang udah pernah pasang HID katanya aki (accu) jadi lebih cepet tekor. Umur aki jadi lebih pendek. Bahkan ada yang melakukan rubahan sampai menambah lilitan spul, ganti regulator alias kiprok, dan pasang aki 2 buah. Boros dong??? Ya kalo itungan matematis ya banyak biayanya. Trus ada cara ngakalinnya ga? Ada… Jangan pake HID. Pale lampu standard aja. Kalo pun mau terang pake lampu LED jenis Cree dijamin hemat energi dan terang hehehe.
Balik lagi ke judul nih soal headlight alias headlamp. Kalau ane sih mending opsional saja untuk tambahan lampu penerangan. Misalkan lampu bawaan motor dinaikkan wattnya dengan warna yang adem (kuning biasanya), jauhi warna putih dan biru karena saat menerjang hujan dan jalan berkabut bakal nyusahin diri sendiri. Pandangan tidak akan maksimal. Malah pemborosan modifikasi. Bagi yang doyan turing dan menembus hutan belantara yang sering menjumpai kabut silakan pasang lampu opsional yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Misal 2 buah Cree 5 watt sudah cukup membantu saat masuk hutan. Itu sih menurut ane. Jadi lampu terang hanya digunakan saat saat penting dan urgent saja tidak digunakan sepanjang jalan dalam kota yang sudah dibantu PJU sepanjang jalan. Ada yang mau nambahin??? Monggo…. Buat yang udah pake lampu terang menyilaukan….. Silakan baca tuh tulisan di gambar paling atas…. Ga usah ane sebutin hahahahhaha…..

any advice????

Iklan

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA @ +6281223816399 Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di adventure, brotherhood, headlamp, iseng, lights, mobil, modifikasi, motor, prosedure, safety dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

49 Balasan ke Headlight

  1. wongndeso94 berkata:

    Ane yang punya penyakit mata rabun cahaya bakal silau buanget kang, apalagi kena lampunya CB dan Harley gitu… Dan yang warna putih HID. Bakal berhenti minggir langsung ane,,, silaunya gk hilang dlm 10 detik kalo ane.

    http://wongndeso1994.wordpress.com/2013/11/13/ngopi-dulu-bro/

    Suka

    • macantua berkata:

      sama kang, jangankan yang sudah pake kacamata, yang matanya normal aja bisa blank…. mending mlipir dulu atau tekuk tuh spion sambil kabur hahahahaha

      Suka

    • Aan Kiye berkata:

      wah sama nih dengan pengalaman ane,
      saat melintas dijalur pegunungan dengan cuaca gerimis, simpangan dengan mobil pake HID, padahal tuh jalur lumayan sempit (hanya pas untuk 2 mobil) dengan berani ane berhenti ditengah2 jalan dan angkat tangan, tuh mobil langsung matiin headlamp-nya (cuma pake foglamp), dan begitu pas posisi sopir ada disamping ane, kaca mobil dibuka.. alangkah terkejutnya ternyata sopirnya ibu2 gan “nuwun sewu mas..” (permisi mas) tadinya mau ngomel malah gak jadi (maklum gan itu wilayah ane)

      *salam cah gunung 😉

      Suka

  2. Mas Sayur berkata:

    byooor..kena mata.. gelaaaap… 👿

    Suka

  3. touringrider berkata:

    Asli nggarai ulap.. mugo2 gak slamet sing nggarai ulap ngene ki.

    Suka

  4. wijaya3 berkata:

    boleh saja asal nyongor ke atas sambil ngobor mangga :mrgreen:

    Suka

  5. smartfaiz berkata:

    tiger mending pake H4 55/60watt cukup terang tapi ga menyilaukan… (ganti batok lampu tapinya)

    Suka

  6. smartfaiz berkata:

    Yup… punyaku merk autopall batok besi dan pake kaca . ga seperti motor2 modern yang pake mika untuk pengiritan

    Suka

  7. jurigkamera berkata:

    bahaya kalo terlalu terang …apalagi kalo sinarnya kemanamana silauuu

    Suka

  8. Aan Kiye berkata:

    Headlamp bebek ane cuma pake allseasons super gan, cahayanya cenderung pelangi tp dominan ke warna hijau..
    ane sangat terbantu bgt saat cuaca hujan apalagi berkabut. Terangnya nyaman buat ane dan buat orang lain. (test didepan motor jarak 10M)

    Suka

  9. biasanya ababil seh yang begitu, pake lampu terang + lampu jauh = idiota…
    di kasih tanda tetep ngeyel biasanya…

    emang bener kata patrick x ya… pintar itu terbatas, tapi bodoh itu tak terbatas…

    😆

    Suka

  10. old blade berkata:

    panyang teuing nulis na 😀 embung ah maca na 😛

    Suka

  11. Leopold S berkata:

    apalagi kalau sudah silindris kayak saya matanya..
    nomer dua itu yg pasang lampu putih terang di lampu belakang. kancrut bener itu

    Suka

  12. djono berkata:

    kamari ge pas uih ti bndng pas di leuweung tiis keur mah sempit berkelok,byar teh datang mobil jazz pake HID njritt oleng ku reuwas jeung serab maling jalan batur untung teu kasabet

    Suka

  13. Ping balik: AHO… Kebutuhan Atau Kebodohan??? | macantua

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.