Sayang Anak???

 

 

 

 

Sayang anak… Sayang anak… Begitulah sautan para penjual mainan anak-anak saat menjajakan barang dagangannya. Entah itu di sebuah lapak di Pasar tumpah atau berkeliling komplek. Rasa ekspresi sayang anak ini dianalogikan untuk memberikan mainan yang dapat menyenangkan sang buah hati. Sebagai contoh tadi malam, ada salah satu tetangga komplek yang rela pulang kerja malam hari langsung mengajak anak dan istrinya buat membelikan mainan sang buah hati sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ekspresi rasa sayang pada anak pasti beda beda, mungkin ane blm merasakan langsung jadi seorang ayah. tapi menurut penuturan beberapa teman yang sudah memiliki buah hati hampir seluruh jawabannya sama : Semuanya demi anak.

Tapi apa yang terlihat pada ketiga gambar diatas yang ane dapat dari sini, penampakan sebuah posisi bahaya yang dialami anak anak yang sangat disayang orang tuanya. Pada gambar pertama bisa kita liat bagaimana rasa sayang yang seorang bapak lakukan buat membahagiakan anaknya malah justru mengancam nyawa sang buah hati. bayangkan kalau sang bapak kehilangan konsentrasi, sang buah hatinya akan terlempar jatuh dari ketinggian yang lumayan. Kalau jatuh saat sepi mungkin kejadiannya tidak akan terlalu ekstrim, tapi lihat pada gambar keadaan lalulintasnya lumayan padat. entah apa yang terjadi apabila si bapak oleng. Mungkin dia akan kehilangan buah hatinya. Lebih bahaya lagi pada gambar kedua, kondisi banjir yang memang menarik perhatian para bocah. Mereka akan asik bermain air, tanpa sadar hingga ke jalan raya. dan dapat dilihat seorang anak memegang bumper belakang kendaraan yang melintasi banjir. kita tidak pernah tau dibawah mobil ada apa. tidak terbayangkan apabila ada material yang terbawa hanyut saat banjir terlewati mobil tetapi harus nyangkut pada badan sang bocah??? Gambar ketiga seorang bocah bergelantungan di belakang seekor sebuah Bajaj. berpegangan pada sebuah barang bawaan yang terletak pada atap. tanpa berpegangan kuat dan hanya berpijak pada bidang kecil. ane aja pas lihat cuma bisa geleng geleng.

Dimana Rasa sayang pada buah hati yang katanya besar itu? ane tidak melihatnya pada ketiga gambar diatas. Pengawasan orangtua bahkan kelakuan orang tua yang kurang memperhatikan keselamatan anaknya menurut ane adalah sebuah pembiaran. Kita semua tau bahwa jalan raya adalah tempat pembunuhan masal dan kendaraan adalah mesin pembunuh efektif di negeri ini. Sudah sepantasnya kita mengenalkan cara yang baik pada mereka sejak dini. Mengenalkan penggunaan helm, cara berkendara yang baik bahkan sikap saat berkendara. Bagaimana menurut ente Sob???

Image

De gas sedikit, jangan banyak liat sana sini apalagi pantat SPG, nanti jatuh kaya Bapak. _ Tenang gakan Pak, kan saya bukan buaya darat kaya Bapak. Sippp

 

Iklan

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di accident, mobil, motor, opini pribadi, prosedure, safety dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

46 Balasan ke Sayang Anak???

  1. Mase berkata:

    Wohhhh akrobat

    Suka

  2. andhi_125 berkata:

    busyet…akrobat dan skill tingkat dewa 😆

    Suka

  3. gw gak segitunya. saking sayang nya kalo berdiri di atas motor biasanya gw brenti. gak boleh. tapi nurutan anak nya.

    Suka

  4. Maskur berkata:

    ngeriiiiiiii bro

    Suka

  5. hulssay berkata:

    posenya tlalu menantang untuk ank seumuran gt..hehehehe..

    http://hulssay.com/2014/02/27/pakaian-unik-para-pasangan/

    Suka

  6. one08 berkata:

    gambar pertama mencoba membunuh anak 😯

    Suka

  7. motoblast berkata:

    itu siih bukan sayang anak..tapi malah bahayain anak…ckckck

    Suka

  8. Insan - Kinan berkata:

    Saya malah fokus ke gambar terakhir… mana bujur SPG na kang?

    Suka

  9. Pamiarsa tea berkata:

    Gambar yang no 1..hebat euyyy… si bapak bnr2 GHUOBLOKK.. rek maehan anak sorangan Etamah.. Hadddooohh..

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.