Kemacetan “Musiman” Purwakarta Karena Angkot

image

Macantua.com – Kemacetan ditengah banyaknya penjualan kendaraan baik roda dua maupun empat memang sulit dihindari. Tapi apa jadinya bila kemacetan itu hanya terjadi musiman. Sebut saja di pagi dan sore hari. Saat berangkat serta bubar pulang kerja. Dan tentu saja angkot alias angkutan kota lah menjadi penyebabnya. Seperti pada lampu merah alias trafic light Sadang Purwakarta di depan PT. DADA dan Sadang Town Square.

image

Kemacetan akan dianggap wajar apabila setiap kendaraan yang melintas jalan dalam keadaan maju. Tapi apa jadinya bila angkutan kota “parkir berjamaah” di perempatan lampu merah di jam jam padat kendaraan? Parkir berjamaah hingga akhirnya hanya menyisakan 1 jalur saja yang dapat dilalui. Jujur saja ini mengesalkan kan?

image

Kemana para polisi lalulintas yang biasanya menuntut kita buat taat lalulintas? Padahal mereka ada disana. Jarak pos polisi ga lebih dari selangkah buat menyelesaikan kemacetan. Malah diam melihat dan menyaksikan kejadian hasil ulah tolol “parkir berjamaah” Setiap hari. Bayangkan setiap hari lho… Dan ternyata tidak hanya di Sadang dengan PT. DADA saja,di beberapa titik lain seperti di depan Pabrik Iljinsun Cibening pun kurang lebih sama. Angkutan umum berparkir berjamaah dengan senang gembira.

Pesan ane buat Bupati Purwakarta Pak Dedi. Mohon tertibkan angkutan umum yang doyan parkir berjamaah di beberapa Pabrik tekstil dan garmen karena sudah terlalu meresahkan. Minta mereka beri fasilitas bis jemputan saja pak karyawan banyak kok dilepas kaya anak ayam. Buat Pak Polisi yang biasa razia, dari pada cari kesalahan yang ga jelas para pemotor mending tindak yang sudah jelas jelas menyebabkan kemacetan karena itu tugas anda. Dan buat PT. DADA dan PT. ILJINSUN,apa susahnya sih buat fasilitas bis jemputan? Atau kalau perlu buat peraturan dan sanki buat pekerja yang masih naik angkot yang sering bikin kemacetan. Ingat jalan umum milik bersama bukan milik perusahaan anda.

Yang ini juga menarik :

  
 

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di berbagi, brotherhood, On The Spot, polisi, prosedur, razia, STNK dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Kemacetan “Musiman” Purwakarta Karena Angkot

  1. yht2506 berkata:

    “nyetor” nya rajin sih mereka….

    Suka

  2. Rio berkata:

    Dimana-mana angkot selalu begitu, dan herannya ngga pernah ditilang, coba pas ke Surabaya diamati, paraaahhhh…

    First impression Honda Big Bike
    http://motorrio.com/2015/06/24/honda-big-bike-sudah-tersedia-di-mpm-simpang-dukuh-surabaya/

    Suka

  3. ndesoedisi berkata:

    kemacetan di Purwakarta memang menjadi masalah tersendiri, kayaknya polisi tidak berani melawan sopir angkot Purwakarta karena terkenal keras, berkaca dari kejadian beberapa tahun yang lalu sopir angkot demo melarang bus jemputan karyawan masuk ke jalur Cimaung-Rawa, sopir angkot memprotes bus Warbek menarik penumpang di sepanjang jalur Sadang-Kalijati karena tarifnya lebih murah dan lebih cepat karena jarang ngetem, terus mereka juga berani mendemo perusahaan yang akan memberlakukan jemputan buat karyawan, kecuali memang perusahaan itu sudah menggunakan jemputan sejak pertama berdiri…

    Suka

  4. arh thea berkata:

    Emang rata rata yang bikin macet itu angkot.. 😦

    Suka

  5. ninja150ss berkata:

    solusinya y sediakan t4 ngetem utk para angkot,,,mmg dilema. di suatu sisi mreka cr nafkah&setoran ke bos ijo,,di satu sisi lg mreka mengganggu pengguna jln.

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.