GTO (Gerbang Toll Otomatis) Ini Sisi Buruknya….

image

Macantua.com – Gerbang Toll memang selalu menjadi salah satu titik kemacetan saat berkendara menggunakan roda empat. Terlebih saat di dalam kota. Maka pengelola toll saat ini sudah banyak menyediakan GTO alias gerbang toll otomatis buat mengatasi kemacetan di ujung jalan bebas hambatan ini. Disamping kebaikan akses lebih cepat guna mengurangi kemacetan saat keluar toll, masih saja ada sisi buruknya. Apa sih buruknya GTO yang selama ini ane rasakan? Yuk ah…. mumpung ane mau bahas….

image

Pertama, sosialisasi yg kurang, atau entah pengguna jalan toll yang kurang cari informasi. Seperti beberapa saat lalu saat kota Bandung di beberapa gerbang toll nya mulai mengaktifkan GTO. Walhasil kemacetan panjang (pake banget) mendera hampir seluruh gerbang toll menuju Bandung. Beberapa driver masuk ke jalur GTO tanpa menggunakan atau mempunyai e-toll card. Akhirnya kembali mundur dan menjadi macet…. yah ujung ujungnya ya sama aja lama…

Kedua, tidak semua Indomret atau Alfmart bisa melakukan isi ulang. Ini yang sulitnya buat mereka yang tidak punya tabungan atau rekening Bank M*ndiri. Harus cari merchant yang bisa melakukan isi ulang. Pada starter pack diberikan informasi bahwa pengisian ulang atau top up bisa dilakukan di dua mini market tersebut. Tapi beberapa kali ane mencoba isi ulang masih banyak mini market yang belum bisa melakukan top up. Akhirnya ya balik lagi ke bayar manual deh.

Selanjutnya, sensor ga bisa cepat membaca 😦 . Sejatinya saat kartu ditempelkan pada sensor kartu toll dari mesin akan langsung masuk dan pintu membuka, layar pun menginformasikan sisa saldo di e-toll card kita. Tapi beberapa kali ane merasakan lamanya pintu toll membuka, entah sensor yang menempel pada mesin memang sudah dalam kondisi tidak baik (dari penampakannya sih buluk) atau kondisi kartu alias e-toll card ane yg bermasalah. Masalah sensor lama membaca ini ga cuma ane rasakan saat mau masuk, tapi juga saat mau keluar. Sempet kesel juga sih karena beberapa kali di klakson sama mobil di belakang. Tapi ya mau gimana lagi, sisa saldo masih banyak kok…

image

Solusi? Sepertinya e-toll card harus lebih disosialisasikan, kalau perlu sosialisasi pakai model baru yang tanpa harus menempelkan kartu, tapi sensor langsung membaca sinyal dari alat dalam mobil (e-toll pass) biar makin lancar bayar dan kluar toll. yah meski mungkin penggunaan alat alat ini otomatis bakal mengurangi jumlah orang yang bekerja. Tapi pelayanan bakal lebih baik pastinya. Ciao

hiji ge Maung…..

contact : raza.rajendra@gmail.com

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di adventure, berbagi, mobil, opini pribadi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke GTO (Gerbang Toll Otomatis) Ini Sisi Buruknya….

  1. COCODOT berkata:

    ide bagus tuh,tar saya bilangim

    Suka

  2. eko354 berkata:

    Hari Senin lalu saya ke Bandung, ada 2 kendaraan yg salah masuk e-toll gate lalu mundur kembali.
    Kalo pendapat saya sih sepertinya para driver yg kurang informasi (soale sering ngeliat yg beginian). Lha saya dulu awal2nya sebelum pake e-toll card juga banyak tanya2 ama temen yg udah pake.

    Tapi namanya hal yg relatif baru, dan para driver juga dari berbagai kalangan, belum semua mengerti sistem e-toll, saya rasa masih butuh waktu sampai sistemnya berjalan normal.
    Kalo bagi saya pribadi sih saya senang pake sistem e-toll ini.

    Kalo soal tdk usah tempel, barangkali pengelola perlu meniru sistem di Cina.
    Waktu saya di Guang Zhou, mobil cukup berjalan pelan waktu menghampiri pintu toll, dan pada jarak sekitar 5 meter pintunya udah mendeteksi kartu dan langsung membuka.

    Suka

  3. indoblazer.com berkata:

    Weleh.. Bisa jadi kurang sosialisasi bisa jadi jarang keluar kota juga drivernya. Jadi belum ngerti istilah GTO.. Cmiw
    http://www.indoblazer.com/2015/09/jangan-beli-mobil-dempulan-sebelum-baca-tulisan-ini.html?m=1

    Suka

  4. gilaroda2 berkata:

    mungkin pake RFID, lebih bagus sistemnya… cmiiw…

    Suka

  5. Dicky berkata:

    ya pakai etoll pass memang lebih enak, tapi masalahnya di beberapa gardu kadang harus ngeluarin kartu dari OBU lagi, buat kesal kadang hufft

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.