Waktu Senggang Mereka (Gelandangan dan Pengemis) Merokok dan Bermain Tablet.

image

Macantua.com – Beberapa waktu lalu memang ada berita terkait larangan memberikan “uang sedekah” buat para gelandangan dan pengemis alias gepeng. Sebelumnya memang berita ini sempat menjadi perdebatan. Ada yang pro akan aturan ini ada pula yang kontra. Tapi bagaimana jika anda bertemu dengan kejadian di atas, sebuah pemandangan ditengah kemacetan memasuki kota Bandung di daerah Pasteur dimana para gepeng yang biasa pasang muka memelas ternyata di saat senggang malah membakar rokok dan bermain bermain tablet, masih mau berbagi?

Issue penghasilan para gelandangan dan pengemis memang bisa bikin mengelus dada. Di saat ekonomi sedang susah dan UMR tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari hari  mereka yang berprofesi sebagai gelandangan dan pengemis dengan mudahnya menadahkan tangan di setiap perempatan atau lampu merah yang dilalui. Ga jarang kita temui kondisi fisik yang masih sehat masih dimiliki mereka bahkan ada yang mengelabui agar dikasihani dengan berpura pura cacat.

Last, tugas pemerintah memang untuk menertibkan, tapi mereka tidak akan melakukan lagi jika kita tak memberi. Semua mereka lakukan memang karena ada celah dan peluang mendapatkan uang dengan mudah. Bijaklah dalam memberi, ane yakin masih banyak yang lebih membutuhkan disekitar tempat tinggal sobat semua. Jauh lebih bermanfaat ketimbang diberikan ke mereka yang hanya mau menadahkan tangan di perempatan dan lampu merah.

Mau lihat aksi tipu mereka? Nih simak videonya :

Atau ini :

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di berbagi, opini pribadi dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Waktu Senggang Mereka (Gelandangan dan Pengemis) Merokok dan Bermain Tablet.

  1. 8ball berkata:

    pernah om…lg makan baso,ada pengemis,krn ga ad uang kecil(uang gede ga rela hehe..)ane kasih kerupuk,eh tauny tu krupuk dikasih emakny yg nongkrong dibwh pohon..ampe skr ane jd kapok..mending beli dari bapa2 tua walo ga butuh..itung2 bayar usahany.

    Suka

  2. Fa74 berkata:

    Dulu ane pernah di pagi hari ngasih ibu2 memelas, katanya mo balik ke garut anaknya sakit, gak punya ongkos.
    Ane kasih duit jauh lebih dr cukup buat ke garut doank.
    Siangnya ketemu lg di bus masih modus yg sama. Pas didepan ane, ane pelototin tuh ibu2.

    Suka

  3. Cursed Rider berkata:

    Dulu, kata guru saya di SMK, kalau mau memberi sedekah utamakan sanak saudara dan keluarga, lalu kedua tetangga dekat dan jauh, lalu ketiga tempat ibadah dan sekolah, lalu yang terakhir baru gelandangan dan pengemis..

    Jadi, kalau mau berbagi ke yang membutuhkan jangan ragu, tapi beri secara bijak, utamakan sanak saudara yang kekurangan terlebih dahulu ketimbang yg lain..

    Disukai oleh 1 orang

  4. stop berkata:

    budaya ngasih uang di jalan faktor utamanya kang,kl posting kayak gini pasti ada aja yang nyinyir ngatain “pelit-receh aja nggk ikhlas-kikir-dsb” .
    Karena mereka nggk tau anak-anak kecil yg ngamen di jalan itu mayoritas di culik dari orang tuanya dan di paksa ngemis/ngamen.
    Semakin royal anda di jalan ya praktik penculikan anak makin subur,niat baik tapi kalau efeknya jadi buruk ya tetap nggk berkah.

    Disukai oleh 1 orang

  5. W 15 NU berkata:

    Mungkin meraka juga pingin hidup kayak kita kita,,cuma caranya cari nafkah aja yang salah.

    Suka

  6. W 15 NU berkata:

    Betul,,kalau badan masih sehat mending buruh nyangkul ya dari pada ngemis.

    Disukai oleh 1 orang

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.