You Can Buy The Bike, Not The Road

Touring

Macantua.com – Berkendara terlebih saat beramai ramai (biasanya disebut touring) memang mengasyikkan. Terlebih saat riding itu dilakukan dengan motor kesayangan dan bersama sama kerabat atau sahabat terdekat. Tapi terkadang berkendara saat bersama sama cenderung meningkatkan “ego” saat berkendara. Nah, ini nih yang sering terjadi saat rombongan riding ketemu dengan pengguna jalan lainnya. Ego meningkat hingga nampak arogan. Aksi arogan ini pun kadang berujung dengan aksi kekerasan. Akhirnya terjadilah gesekan gesekan yang bikin suasana panas dan akhirnya terjadi kerugian baik material maupun jiwa.

Seperti kasus kejadian keributan antar pengguna Nissan Xtrail dan rombongan Harley Davidson beberapa hari lalu yang berujung pecah dan patahnya spion Xtrail. Ane kutip kronologinya ya :

Awalnya di seberang Puri Surya Jaya waktu itu kondisi lalu lintas padat, saya di lajur kiri, saya dengar dari belakang ada sirine bunyi, posisi sebelah kanan ada truk, setelah truk berpindah saya pindah ke kanan. Ternyata, rombongan motor gede belum selesai masih ada iring-iringan lain yang panjang. Saya tidak menyadari. Karena rombongan itu ada di sisi kanan dan kiri saya juga,” terangnya.
“Kaca spion sebelah kiri saya langsung dipukul pakai tangan sampai pecah oleh salah satu rombongan. Ngliat spion saya dipukul saya otomatis nglakson-nglakson.” Akhirnya menjelang di depan Depo Bangunan, mobil Yohanes dihentikan oleh rombongan motor gede tersebut dan Yohanes langsung membuka jendela dan salah satu anggota rombongan mengatakan, “Kamu nutupin jalan!”. Mereka memukul dan mematahkan spion kanan mobil saya, kata Yohanes.

Yohanes yang sempat bingung, langsung meminta maaf, dan menghubungi Suara Surabaya. Dia mengaku tidak menghubungi Polisi, mengingat keluarganya shock dan ingin pulang.

Sebenarnya sih ga hanya konvoi motor besar sih, konvoi motor kecil pun sama saja. Saat ber-touring ria biasanya mau motor atau mobil apapun cenderung “ingin menguasai jalan”. Padahal jalan adalah milik bersama, jalan adalah fasilitas yang menjadi hak banyak pengguna jalan lainnya. Dan ini kembali pada mental penggunanya juga sih, banyak juga kok konvoi moge yang tertib, atau touring motor yang ga arogan.

Last, kita cuma bisa saling mengingatkan. Jalan bukan milikmu, mau apapun kendaraan yang kamu gunakan toleransi harus jadi yang utama. Kasarnya you can buy the bike, buy not the road. Lu bsa beli dan miliki motor semahal apapun yang kamu mau sob…. Tapi engga dengan jalan raya….
<

Tentang macantua.com

simply me..... untuk pemasangan iklan dan contact : Email @ raza.rajendra@gmail.com BBM @ 54A0B190 WA Twitter @raza_rajendra Line@ : @macantua
Pos ini dipublikasikan di berbagi, mobil, motor, safety dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke You Can Buy The Bike, Not The Road

  1. techtonime berkata:

    ini salah satu contoh kenapa belajar tata krama dan moral itu penting…
    nggak melulu minta diajarin pemerintah, belajar sendiri harusnya bisa (kecuali memang niat jadi SDM kualitas rendah)

    Suka

  2. Ronald berkata:

    Pernah ketemu rombongan touring bebek, lampu odong2, pake stik nyala kayak ngidol waifu ngalangin jalan,,, di salip malah balik nyalip
    Biasa mang pas rame rame nyali gede, pas sendiri mah ngincep

    Suka

  3. handoyo25 berkata:

    Masalah attitude (kelakuan) dan etika tidak ada hubungannya dengan ukuran atau merk motor

    Suka

Monggo Dilanjut Ngobrolnya.......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.